DEGRADASI PERSMA
Oleh : Bung Habibi MF*
Kecil tapi berdampak besar, tak jarang orang menangis, bahagia, simpati bahkan jengkel akibat ulahnya, ya itulah pers yang pada waktu tertentu bisa menjadi kekuatan besar, maka tak heran jika Napolion Bonaparte, pernah berkata " saya lebih suka menghadapi 40.000 bayonet, dari pada membiarkan 4 surat kabar beredar luas di Paris. Dengan kekuatannya itu pers dapat menyetir opini public terhadap suatu isu yang berkembang.
Pers juga tak ubahnya seperti cahaya yang berdampak luas, banyak kejadian yang menggambarkan betapa pers sangat berpengaruh atau berdampak positif, salah satu contohnya pemberitaan terhadap infantry amerika srikat dengan sekutunya ke irak dan serangan israrel ke gaza yang mendapat simpati, baik dari kalangan agama atau dari berbagai bangsa. Dan tak kalah serunya kisah prita mulya sari, setelah disorot media massa banyak orang berlomba-lomba menolongnya, baik yang bersifat moril yang berupa dukungan lewat facebook atau yang bersifat materil yang berupa koin peduli prita. Dan pers juga dapat menjadi tonggak tegaknya keadilan, tak sedikit mereka yang ber-uang bisa bebas dari meja hijau akibat tak terjamah oleh pers.
